Langsung ke konten utama

Postingan

"RAHASIA" Peningkatan Kualitas Sekolah Ala SLI

Oleh: Irfa Ramadhani Peliputan media ketika pelatihan "Program Kekhasan Literasi" SLI Berpengalaman sejak tahun 2010* dalam mendampingi peningkatan kualitas sekolah di 30 provinsi yang terbentang dari Sumatera hingga Papua, SLI berkomitmen untuk terus melakukan upaya peningkatan mutu pendampingan. Peningkataan mutu ini dilakukan secara komprehensif melalui berbagai komponen, termasuk diantaranya konsep program literasi yang menjadi ciri khas pendampingan. Sudah membaca  “Tentang Kami”  Sekolah Literasi Indonesia Kulon Progo (SLI KP)? Jika sudah, mari kita lanjutkan. Kali ini penulis akan menyampaikan  “bumbu rahasia”  peningkatan kualitas sekolah ala SLI. SLI KP sendiri telah melaksanakan pelatihan “Program Kekhasan Literasi” pada hari Selasa (4/2) di aula Perpustakaan Daerah Kulon Progo. Berbeda dengan pelatihan-pelatihan yang lain, pada pelatihan ini kami disinggahi beberapa tamu media cetak maupun TV (kominfo Kulon Progo, harian jogja, SCTV/...
Postingan terbaru

Ajakan Hidup Sehat untuk Siswa: Guru MIM Kenteng Cover Senam Tik-Tok Guna Menemani WFH

Oleh: Rizco Ardian Saputro (Guru Kelas 4, MI Muhammadiyah Kenteng)  WFH ( Work Form Home) memang menjadi pilihan untuk situasi dan kondisi saat ini. Hal ini dilakukan karena dalam rangka memutus rantai penyebaran virus covid-19. Pola hidup sehat juga menjadi kewajiban setiap individu, sebagaimana anjuran pemerintah. Kegiatan ini mulai dari phsycal distancing, hingga pola hidup sehat, salah satunya olahraga teratur.  Rujito,S.Pd.I,M.Pd. selaku Kepala MI Muhammadiyah Kenteng mengimbau kepada semua guru untuk mengajak siswa-siswinya meningkatkan daya tahan tubuh dengan kegiatan olahraga di rumah. Sebagai upaya implementasi kegiatan tersebut, guru MI Muhammadiyah Kenteng yaitu Aisaturohmah (Guru Olahraga/Penjaskes), Rizco Ardian Saputro (Guru kelas 4), dan Rita Febri Subarni (Guru Kesenian/SBK) menggagas sebuah senam sehat dari lagu tik-tok dengan judul “ You Know I’ll Go Get ” yang dicover oleh TML Dance Crew .  Pemeran dalam video senam ini juga tetap menerapkan social dis...

Ekspresi dalam Pandemi: Siswa/i MIM Kenteng Kompak buat Poster Pencegahan Covid-19

Oleh: Rizco Ardian Saputro (Guru Kelas MI Muhammadiyah Kenteng)  MI Muhammadiyah Kenteng ikut berpartisipasi melaksanakan kampanye pencegahan covid-19 sebagaimana surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan. Kampanye ini dimulai sejak hari Selasa (7/4) hingga Sabtu (11/4).  Terdapat beberapa tema yang dapat digunakan  sebagai sarana kampanye oleh tiap sekolah. Rujito,S.Pd.I, M.Pd selaku Kepala MI Muhammadiyah Kenteng memberikan hak kepada wali kelas masing-masing untuk memberikan himbauan kepada peserta didiknya dengan membuat sebuah karya. Karya ini berupa poster yang mencerminkan ekspresi anak-anak.  Adapun tema kampanye pencegahan covid-19  diantaranya yaitu sering cuci tangan pakai sabun, tetap tinggal di rumah, jaga jarak dan hindari kerumunan, tidak berjabat tangan dan pakai masker bila sakit ataupun tidak sakit.  Selanjutnya, poster yang sudah selesai kemudian difoto dan diungah di media sosial sebagai salah satu bentuk partisipasi kampa...

Baiti Jannati: Pesantren Ramadhan di Rumah tetap Menuai Berkah

Oleh: Rizco Ardian Saputro (Guru Kelas MI Muhammadiyah Kenteng) Menanggapi terbitnya surat edaran dari Kakanwil Kementrian Agama Republik Indonesia DIY, MI Muhammadiyah Kenteng melakukan implementasi salah satu poin bahasan, yaitu Pesantren Ramadhan. Kegiatan ini dilaksanakan secara online, dimulai sejak tanggal 27 April hingga 13 Mei. Pada praktiknya, kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan iman dan taqwa, yaitu berupa peningkatan ibadah, peningkatan pengetahuan agama, hafalan Al-Qur’an dan Al-Hadis, hafalan doa sehari-hari, moderasi beragama, dan paling utama untuk membentuk siswa yang berakhlak mulia, serta guru yang ikhlas beramal. Dalam hal ini, guru bertugas untuk memantau, mengarahkan, menyampaikan materi, menerima laporan kegiatan dari wali siswa. Penugasan ini diperkuat oleh imbauan kepala MI Muhammadiyah Kenteng (Rujito,S.Pd.I, M.Pd) agar seluruh guru (terutama kepada guru agama) dapat bekerja sama untuk melaksanakan pesantren ramadhan daring. Beliau juga  mengarahkan ag...

SDN Karangwuni Berbagi Tips Atasi Kejenuhan Belajar dengan Bermain Kardus

Oleh : Siti Cho m ariah, S.Pd. (Guru Kelas 5 SDN Karangwuni) Apa yang Anda pikirkan tentang kardus bekas? Bagi sebagian orang kardus bekas adalah sampah   yang sudah tidak ada manfaatnya. Biasanya setelah selesai digunakan, nasibnya akan berakhir d i gudang, tempat rongsokan bahkan di tempat sampah. Padahal sebenarnya jika kita mau sedikit berkreasi ada banyak sekali ide kreatif yang bisa dibuat dari kardus bekas, bahkan bisa menghasilkan uang dari hasil kreasi kardus bekas tersebut. SD Negeri Karangwuni m encoba m e m buat kreasi dari kardus bekas u ntuk mengurangi jumlah sampah dan m enghilangkan kejenuhan belajar anak. Kegiatan ini dilakukan oleh s iswa kelas IV SD yang mendapat t antangan dari guru untuk membuat miniatur rumah dari kardus bekas . T antangan tersebut sebagai selingan kegiatan belajar di rumah sela m a pandemi covid 19. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kreativitas anak-anak dan m enge m balikan se m angat anak-anak yang sudah mulai jenuh dengan be...

Rinduku, Rindumu, menjadi Rindu Kita Bersama: Selamat Hari Pendidikan Nasional

Oleh: Rizco Ardian Saputro, S.Pd. (Guru Kelas MI Muhammadiyah Kenteng) Foto Pasca Upacara Milad Muhammadiyah (18/11/19) Selamat Hari Pendidikan Nasional, momen yang diperingati setiap tanggal 2 Mei.   Momen yang sangat membahagiakan untuk semua elemen pendidikan di bumi pertiwi ini baik dari Sabang sampai Merauke. Mari sejenak menengok ke belakang, kita bersama membuka sejarah siapakah tokoh yang rela berjuang jiwa raganya demi pendidikan di Indonesia. Beliau Bapak Ki Hajar Dewantara, sang Pahlawan Nasional Pendidikan. “Jadikan setiap tempat sebagai sekolah, jadikan setiap orang sebagai guru“ Pesan Ki Hajar Dewantara. Pesan beliau sangat tepat apabila diterapkan dalam kondisi yang sekarang kita alami. Pandemi Covid -19 ini menyebabkan kegiatan pembelajaran di sekolah dari tingkat Paud, Tk, SD/MI, MTs/SMP, MA/SMA/SMK, sampai perkuliahan beralih menjadi pembelajaran di rumah. Hal yang sama dialami oleh MI Muhammadiyah Kenteng, adanya pandemi Covid-19 ini membuat seluruh kegiata...

Begini Cara Membuat Hand Sanitizer Ramah Lingkungan ala SDN Karangwuni

Oleh: Eka Desiana, S.Pd. (Guru Kelas 6 SDN Karangwuni) Corona atau covid-19 menjadi pandemi yang mewabah hampir diseluruh bagian bumi. Virus tersebut mengancam kesehatan manusia. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk mencegah agar tubuh tidak terpapar virus tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menjaga kebersihan tubuh. Virus tesebut menyebar melalui droplet yang bisa saja menempel pada badan khususnya tangan dan wajah, pakaian, atau benda-benda yang ada di sekitar. Untuk menghindari hal tersebut, dianjurkan untuk sering-sering mencuci tangan setelah memegang sesuatu atau apabila merasa tangan kotor. Mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun pun harus dilakukan dengan cara yang benar agar virus corona (covid-19) dapat  mati. Dalam situasi tertentu, kita tidak selalu dapat menemukan sabun dan air mengalir yang bersih. Kondisi tersebut memaksa sebagian besar orang untuk menggunakan  Hand Sanistizer  sebagai cairan pembersih tangan. Kelangkaan ...

Dongeng Edukatif saat Pandemi, Membawa Semangat SDN Karangwuni

Penulis: Aryati, S.Pd. (Kepala Sekolah SD Negeri Karangwuni) Sejak 16 Maret 2020, Kementrian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengumumkan terkait  pandemic  covid-19. Selanjutnya, pemerintah daerah menurunkan kebijakan untuk melakukan  social distancing  dan  work from home   (WFH),  sehingga institusi sekolah dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA,  dan Perguruan Tinggi wajib melaksanakan pembelajaran di rumah. Disinilah siswa, orang tua, dan guru mulai khawatir akan prestasi yang akan dicapai, karena semua kegiatan ditiadakan untuk memutus pandemi virus covid-19. Peran guru di sekolah kini digantikan orang tua. Keluh kesah hampir setiap hari diungkapkan oleh orang tua yang tidak sanggup menjadi guru di rumah. Kata “Semangat!” dan “Pasti Bisa!” selalu saya sampaikan pada orang tua di grup Paguyuban Orang Tua (POT) di masing-masing kelas. “Siap, Bu”, ungkap salah seorang wali yang semangat. Kalimat i...