Langsung ke konten utama

Baiti Jannati: Pesantren Ramadhan di Rumah tetap Menuai Berkah

Oleh: Rizco Ardian Saputro (Guru Kelas MI Muhammadiyah Kenteng)

Menanggapi terbitnya surat edaran dari Kakanwil Kementrian Agama Republik Indonesia DIY, MI Muhammadiyah Kenteng melakukan implementasi salah satu poin bahasan, yaitu Pesantren Ramadhan. Kegiatan ini dilaksanakan secara online, dimulai sejak tanggal 27 April hingga 13 Mei.

Pada praktiknya, kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan iman dan taqwa, yaitu berupa peningkatan ibadah, peningkatan pengetahuan agama, hafalan Al-Qur’an dan Al-Hadis, hafalan doa sehari-hari, moderasi beragama, dan paling utama untuk membentuk siswa yang berakhlak mulia, serta guru yang ikhlas beramal.

Dalam hal ini, guru bertugas untuk memantau, mengarahkan, menyampaikan materi, menerima laporan kegiatan dari wali siswa. Penugasan ini diperkuat oleh imbauan kepala MI Muhammadiyah Kenteng (Rujito,S.Pd.I, M.Pd) agar seluruh guru (terutama kepada guru agama) dapat bekerja sama untuk melaksanakan pesantren ramadhan daring. Beliau juga  mengarahkan agar para guru melakukan pemantauan sesuai dengan lembar pemantauan ibadah dan jadwal yang sudah diberikan oleh madrasah.

Lembar pemantauan tersebut berisi serangkaian ibadah yang wajib dilaksanakan oleh semua siswa, diantaranya pelaksanaan puasa wajib, sholat fardhu 5 waktu (Subuh, Dzuhur, Asar, Maghrib, Isya), shalat duha, shalat tarawih, tadarus, dan diakhiri dengan tanda tangan orang tua.
Selanjutnya, wali siswa bertugas untuk memfoto lembar tersebut, dan mengirimkannya kepada guru agama setiap akhir pekan atau setiap hari sabtu. Agar lebih efektif, MI Muh Kenteng sendiri membagi pengumpulan foto kegiatan kepada dua orang guru. Kelas bawah dikirim kepada Pak Teguh Cahyana,S.Pd.I, sementara untuk kelas atas dikirim kepada Pak Rudiyanto,S.Pd,I.

Alhamdulillah dengan adanya kerjasama antara wali siswa dan guru pelaksanaan pesantren ramadhan daring dapat terlaksana dengan lancar. Semua siswa melaksanakan semua rangkaian ibadah dengan tertib, hal tersebut dapat terlihat pada beberapa foto dokumentasi. Foto-foto tersebut juga diminta oleh guru kelas sebagai bahan laporan dan penilaian siswa. 
Selain kegiatan pesantren ramadhan, semua siswa juga dihimbau untuk tetap menerapkan pola hidup sehat di tengah pandemi covid-19 ini. Diantaranya yaitu rajin mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan lingkungan. Bahkan ada beberapa siswa juga mengirimkan kegiatan olahraga dan berjemur.
 
Selain itu, kegiatan siswa yang lain seperti kegiatan membantu orang tua, yaitu berkebun di rumah, membantu menyiapkan hidangan berbuka puasa juga dilaksanakan sesuai surat edaran. Tidak lupa pendokumentasian kegiatan, agar guru dapat mengawal kegiatan siswa selama di rumah. 

“Kegiatan pesantren ramadhan yang biasanya dilaksanakan di Pondok Pesantren atau Panti Asuhan memang ditiadakan. Namun masih banyak hikmah yang dapat diambil. Salah satunya, kegiatan pesantren ramadhan di rumah dapat meningkatkan keeratan antara siswa dengan wali siswa,” pungkas Rizco. (ras/irf)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Kami

PROGRAM SEKOLAH LITERASI INDONESIA KULON PROGO Sekolah Literasi Indonesia KulonProgo (SLI KP) merupakan salah satu program dari Dompet Dhuafa Pendidikan dan Dompet Dhuafa Yogyakarta, yang bertujuan untuk: Mewujudkan model sekolah berkualitas. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah, sistem pembelajaran, dan budaya sekolah berbasis literasi. Bentuk program SLI berupa pelatihan dan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru secara terstruktur, berkala dan berkesinambungan sampai tahap implementasi praktis di sekolah. Untuk mendukung hal tersebut, SLI mengirimkan 2 orang Konsultan Relawan (KAWAN) SLI di wilayah Kulon Progo (Irfa Ramadhani & Wahyu Widiyawati). Selain 2 KAWAN di Kulon Progo, pada SLI angkatan 3 ini, Dompet Dhuafa Pendidikan mengirimkan 12 KAWAN lainnya ke 4 wilayah Indonesia berbeda. Wilayah tersebut antara lain Semarang, Jawa Tengah; Asahan, Medan; Bima, NTB; dan Halmahera Selatan, Maluku Utara. Masing-ma...