Oleh: Rizco Ardian Saputro, S.Pd. (Guru Kelas MI Muhammadiyah Kenteng)
![]() |
| Foto Pasca Upacara Milad Muhammadiyah (18/11/19) |
Selamat Hari Pendidikan Nasional, momen yang
diperingati setiap tanggal 2 Mei. Momen
yang sangat membahagiakan untuk semua elemen pendidikan di bumi pertiwi ini
baik dari Sabang sampai Merauke. Mari sejenak menengok ke belakang, kita
bersama membuka sejarah siapakah tokoh yang rela berjuang jiwa raganya demi pendidikan
di Indonesia. Beliau Bapak Ki Hajar Dewantara, sang Pahlawan Nasional
Pendidikan. “Jadikan setiap tempat
sebagai sekolah, jadikan setiap orang sebagai guru“ Pesan Ki Hajar
Dewantara.
Pesan beliau
sangat tepat apabila diterapkan dalam kondisi yang sekarang kita alami. Pandemi Covid -19 ini menyebabkan kegiatan
pembelajaran di sekolah dari tingkat Paud, Tk, SD/MI, MTs/SMP, MA/SMA/SMK,
sampai perkuliahan beralih menjadi pembelajaran di rumah.
Hal yang sama dialami oleh MI Muhammadiyah Kenteng,
adanya pandemi Covid-19 ini membuat seluruh kegiatan sekolah menjadi WFH yang
dimulai sejak pertengahan bulan Maret hingga bulan Mei saat ini, anak-anak pun
belajar lewat sistem pembelajaran daring. Bapak ibu guru bekerja sama dengan
bapak ibu wali murid dalam sistem pembelajaran daring tersebut. Kepala Madrasah
Bapak Rujito, S.Pd.I,M.Pd memberikan hak kepada setiap wali kelas masing-masing
untuk melaksanakan pembelajaran daring yang tentunya masih dalam koridor
pendidikan sesuai kurikulum sekolah dan tidak memberatkan siswa maupun orang
tua wali yang akan mendapingi, hasil keputusan yang didapatkan dalam rapat guru
secara online sebelumnya Rabu ,(18/3/2020).
“Semangat belajar
dan beramal nak di rumahmu masing-masing”
Pesan Kepala Madrasah MI Muhammadiyah Kenteng dalam video online yang dibuat
oleh editor sekolah untuk para wali siswa lewat grup WA Rabu (24/4/2020).
Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar
Makarim mengatakan juga bahwa pandemi COVID-19 telah membuat para guru, siswa dan
orang tua menyadari bahwa pendidikan bukan sesuatu yang bisa dilakukan di
sekolah saja. "Tetapi pendidikan
yang efektif itu membutuhkan kolaborasi yang efektif dari guru, siswa dan orang
tua. Tanpa kolaborasi itu, pendidikan yang efektif tidak mungkin terjadi,"
ujar Nadiem saat peringatan Hari Pendidikan Nasional di Jakarta, Sabtu
(2/5/2020).
Suatu hari pernah beberapa siswa yang mencurahkan apa
yang dirasakan kepada beberapa wali kelas. “Pak ,kapan sekolah lagi pak? Kami
kangen sekolah pak, kami kangen belajar dan bermain bersama dengan teman-teman
pak”.Sebagai wali kelas hanya bisa memberikan keterangan bahwa menunggu sampai
adanya himbauan dari pemerintah bahwa negara ini sudah aman dari pandemi
Covid-19. Sebagai orang tua kedua bagi anak-anak di sekolah tentunya akan
merasa kehilangan dan rindu ketika tidak dapat berjumpa, belajar,
bersenang-senang bersama dalam kurun waktu yang lumayan lama.
Adapun foto diawal, diambil pada Senin (18/11/19) saat
upacara memperingati Milad Muhammadiyah ke 108 yang mengungsung tema tentang pendidikan,
yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” sebagai salah satu obat rindu bagi
pendidik dan peserta didik MI Muhammadiyah Kenteng.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional. Bersatu padu kita
menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan menuju Indonesia maju” pesan Presiden
Indonesia Ir. Joko Widodo dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional
tahun ini, sejalan dengan visi dan misi MI Muhammadiyah Kenteng yaitu
mewujudkan sekolah yang Berkarakter, Berprestasi dan Berbudaya.
“Mari berdoa dan beriktiar, semoga pandemi covid-19 di
bumi pertiwi ini segera sirna, sehingga kita dapat kembali bertemu sapa, seperti
sedia kala. Memecahkan rinduku, rindumu, rindu kita bersama”, Harap Rizco.

Komentar
Posting Komentar