Langsung ke konten utama

Sepenting ini Visi untuk Organisasi

Oleh: Irfa Ramadhani

Apa saja masalah penting yang terjadi dalam organisasi terkait pernyataan visi? Lenin (2000) dalam Srinivasan (2014) menyebutkan setidaknya ada 3 masalah penting. Pertama, banyak orang menganggap bahwa visi hanya sebatas kata-kata yang dibuat oleh tim manajemen. Kedua, pernyataan visi dianggap terlalu umum dan sangat mungkin digunakan oleh organisasi lain. Ketiga, inti dari visi dinilai kabur karena ringkasnya pernyataan visi.

Padahal, pernyataan visi merupakan identitas awal suatu organisasi. Ia merupakan indikator pengukuran performa organisasi dalam mencapai tujuan. Ia merupakan pedoman ketika organisasi hendak melakukan perubahan. Ia menjadi dasar ketika organisasi melakukan perumusan perencanaan. 

Untuk itu, sejatinya Visi dapat dijadikan sebagai motivasi untuk setiap warga organisasi.

Nyatanya, pemahaman mengenai visi ini masih menjadi PR kita bersama. Khususnya PR dalam dunia pendidikan, yang bergulat dengan kumpulan manusia dan pengetahuan.

Oleh karena itu, hal ini menjadi salah satu target perhatian Dompet Dhuafa Pendidikan bersama Dompet Dhuafa Yogyakarta melalui salah satu programnya, Sekolah Literasi Indonesia (SLI). Selasa (11/2), Konsultan Relawan (KAWAN) SLI memberikan pelatihan lanjutan kepada 7 sekolah dan 3 madrasah dampingan program SLI Kulon Progo.

Pelatihan yang terlaksana di MI Muhammadiyah Kenteng (dengan dihadiri 10 kepala sekolah/madrasah dan 20 perwakilan guru) ini mengenai "Rencana Strategik Sekolah/Madrasah". Pelatihan juga sebagai bentuk penguatan dari praktik School Strategic Discussion (SSD) yang telah dilaksanakan sebelumnya di masing-masing sekolah/madrasah dampingan. 

Disamping itu, guna memperkuat dan mempermudah implementasi rencana strategik sekolah/madrasah, materi "Nilai dan Keyakinan Sekolah/Madrasah" menjadi materi selanjutnya yang disampaikan oleh KAWAN Wahyu Widiyawati.
Foto bersama selesai pelatihan Rencana Strategik Sekolah
serta Nilai dan Keyakinan

Implementasi perumusan konsep ini tentu bukanlah hal mudah. Menanamkan nilai urgensi, menampung berbagai aspirasi, berdamai dengan situasi dan kondisi (terutama para pendidik) yang seringkali menggelitik emosi, alhasil konsep seringkali dirasa tercukupi. Tidak apa-apa, yang penting beraksi. Inilah paradigma yang perlu kita ubah dan tindaklanjuti.  

Saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran, terbuka dengan perubahan, dan semangat untuk terus menjadi pembelajar, merupakan kunci perjuangan.
Jikalah setiap elemen pendidikan telah secara sadar dan bersama-sama dalam merumuskan visi institusi, serta memahami urgensi, penyampaian berbagai kontribusi dan prestasi menjadi pemandangan yang akan sangat indah untuk kita nanti.
Tulisan ini telah tayang di:
https://pendidikan.kulonprogokab.go.id/detil/1130/pelatihan-penguatan-visi-untuk-sekolah-dampingan-sli (13 Februari 2020)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Kami

PROGRAM SEKOLAH LITERASI INDONESIA KULON PROGO Sekolah Literasi Indonesia KulonProgo (SLI KP) merupakan salah satu program dari Dompet Dhuafa Pendidikan dan Dompet Dhuafa Yogyakarta, yang bertujuan untuk: Mewujudkan model sekolah berkualitas. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah, sistem pembelajaran, dan budaya sekolah berbasis literasi. Bentuk program SLI berupa pelatihan dan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru secara terstruktur, berkala dan berkesinambungan sampai tahap implementasi praktis di sekolah. Untuk mendukung hal tersebut, SLI mengirimkan 2 orang Konsultan Relawan (KAWAN) SLI di wilayah Kulon Progo (Irfa Ramadhani & Wahyu Widiyawati). Selain 2 KAWAN di Kulon Progo, pada SLI angkatan 3 ini, Dompet Dhuafa Pendidikan mengirimkan 12 KAWAN lainnya ke 4 wilayah Indonesia berbeda. Wilayah tersebut antara lain Semarang, Jawa Tengah; Asahan, Medan; Bima, NTB; dan Halmahera Selatan, Maluku Utara. Masing-ma...