Langsung ke konten utama

Komitmen Bersama itu Penting



Salah satu komite MI Muhammadiyah Kenteng (madrasah dampingan SLI KP)
sedang menandatangani komitmen bersama di akhir diskusi perencanaan strategi madrasah.
Tagar #DIYDaruratKlitih jadi trending? Luar biasa, ternyata kejahatan benar-benar berada di dekat kita. Salah siapa? Sekolah? Seringkali institusi ini jadi sasarannya. Ataukah polisi? Seringkali mereka juga disangsikan eksistensinya.

Kita bagaimana? Masihkah berperan sebagai pembaca atau pendengar yang gemas dibuatnya? Rasanya, kita cukupkan saja. Sudah saatnya kita menunjukkan aksi nyata. InsyaAllah, Yogyakarta akan baik-baik saja.

Sekolah, keluarga, dan masyarakat perlu duduk dan berdiskusi bersama. Rapatkan barisan dan semakin berbenah untuk melakukan evaluasi bersama. Bukankah pelaku klitih juga anak-anak Indonesia? Mereka saudara kita, mereka bertalenta, hanya saja keliru menyalurkan talentanya.
Klitih hanya satu dari sekian banyak fenomena sosial yang ada. Untuk itu, diskusi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat ini adalah penting adanya. Kita memiliki tugas bersama untuk terus berupaya menciptakan lingkungan sebaik-baiknya.
Foto diskusi perencanaan strategi SDN 2 Sentolo (salah satu sekolah dampingan SLI KP).
Peserta diskusi: guru, orang tua, komite didampingi oleh KAWAN SLI dan kepala sekolah,
bahkan saat itu dipandu pula oleh pengawas sekolah bapak Kelik. 
Upaya diskusi antara komponen sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam satu minggu (lebih) ke belakang ini juga telah dilakukan oleh 10 sekolah dampingan Sekolah Literasi Indonesia (SLI). Sebelumnya, kepala sekolah mendapatkan pelatihan School Strategic Discussion (SSD) dari Konsultan Relawan SLI.

SDN Karangwuni menjadi sekolah pertama yang menggelar diskusi. Diskusi dilaksanakan pada hari Sabtu (25/1). Selanjutnya MIN 2 Kulon Progo dan MI Muh Serangrejo pada hari Selasa (28/1), SDN 1 Sentolo dan SDN 2 Sentolo pada hari Rabu (29/1), kemudian MI Muh Kenteng dan SD Muh Sidowayah hari Kamis (30/1), sementara SDN Giripeni dan SD Muh Girinyono pada hari Jum’at (31/1). Terakhir, diskusi ini dilaksanakan oleh SDN 1 Kulwaru pada hari Sabtu (1/2).

Proses diskusi tersebut menghadirkan pengawas sekolah/madrasah, komite, paguyuban orang tua, serta tokoh masyarakat. Selain itu, diskusi ini juga menghadirkan 1 kepala sekolah/madrasah dampingan lain dan Konsultan Relawan SLI untuk membantu kepala sekolah/madrasah (yang  bersangkutan) dalam memandu alur diskusi.

Titik awal diskusi bermula dari hasil pengukuran awal SLI. Selanjutnya, segenap peserta SSD merumuskan program-program sekolah dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Pada akhir sesi diskusi, peserta melakukan pengucapan dan penandatangan komitmen bersama.

Tulisan ini telah tayang di:
https://pendidikan.kulonprogokab.go.id/detil/1126/10-sekolahmadrasah-beserta-berbagai-elemen-pendidikan-kulon-progo-menandatangani-komitmen-bersama (9 Februari 2020)
http://znews.id/2020/02/12/komitmen-bersama-itu-penting/ (12 Februari 2020)
http://www.makmalpendidikan.net/kawan-sli-karena-komitmen-bersama-itu-penting/ (12 Februari 2020)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Kami

PROGRAM SEKOLAH LITERASI INDONESIA KULON PROGO Sekolah Literasi Indonesia KulonProgo (SLI KP) merupakan salah satu program dari Dompet Dhuafa Pendidikan dan Dompet Dhuafa Yogyakarta, yang bertujuan untuk: Mewujudkan model sekolah berkualitas. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah, sistem pembelajaran, dan budaya sekolah berbasis literasi. Bentuk program SLI berupa pelatihan dan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru secara terstruktur, berkala dan berkesinambungan sampai tahap implementasi praktis di sekolah. Untuk mendukung hal tersebut, SLI mengirimkan 2 orang Konsultan Relawan (KAWAN) SLI di wilayah Kulon Progo (Irfa Ramadhani & Wahyu Widiyawati). Selain 2 KAWAN di Kulon Progo, pada SLI angkatan 3 ini, Dompet Dhuafa Pendidikan mengirimkan 12 KAWAN lainnya ke 4 wilayah Indonesia berbeda. Wilayah tersebut antara lain Semarang, Jawa Tengah; Asahan, Medan; Bima, NTB; dan Halmahera Selatan, Maluku Utara. Masing-ma...