Langsung ke konten utama

Tentang Kami

PROGRAM SEKOLAH LITERASI INDONESIA KULON PROGO

Sekolah Literasi Indonesia KulonProgo (SLI KP) merupakan salah satu program dari Dompet Dhuafa Pendidikan dan Dompet Dhuafa Yogyakarta, yang bertujuan untuk:
Mewujudkan model sekolah berkualitas. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah, sistem pembelajaran, dan budaya sekolah berbasis literasi.
Bentuk program SLI berupa pelatihan dan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru secara terstruktur, berkala dan berkesinambungan sampai tahap implementasi praktis di sekolah. Untuk mendukung hal tersebut, SLI mengirimkan 2 orang Konsultan Relawan (KAWAN) SLI di wilayah Kulon Progo (Irfa Ramadhani & Wahyu Widiyawati).

Selain 2 KAWAN di Kulon Progo, pada SLI angkatan 3 ini, Dompet Dhuafa Pendidikan mengirimkan 12 KAWAN lainnya ke 4 wilayah Indonesia berbeda. Wilayah tersebut antara lain Semarang, Jawa Tengah; Asahan, Medan; Bima, NTB; dan Halmahera Selatan, Maluku Utara. Masing-masing wilayah didampingi oleh 3 KAWAN SLI.

KRITERIA
Proses pelatihan dan pendampingan yang diberikan KAWAN SLI berbasis Metode Uswah. Ada 6 kriteria Metode Uswah, yaitu:
1.       Kecakapan Literasi,
2.       Kualitas Pembelajaran,
3.       Kepemimpinan Pembelajaran,
4.       Lingkungan Belajar,
5.       Pembentukan Karakter, serta
6.       Kepemimpinan Pendidikan.

TAHAPAN PROGRAM
Program pendampingan yang diberikan oleh KAWAN SLI 3 berjalan selama 2 semester. Untuk wilayah Kulon Progo, penerima manfaat program SLI semester pertama (awal November 2019 – awal Mei 2020) diberikan kepada sekolah/madrasah di 3 kepanewon (kecamatan), diantaranya Wates, Sentolo, dan Pengasih. Semester selanjutnya, program pendampingan beralih di kepanewon lain (semoga Indonesia telah pulih dari covid-19).

Berikut ini alur tahapan program SLI:

Seleksi Sekolah (6 November – 9  Desember 2019)
Seleksi dilaksanakan untuk mencari sekolah yang tepat dan potensial untuk dikembangkan melalui program SLI. Ada dua tahapan seleksi yakni seleksi administrasi dan kunjungan sekolah. Setelah melalui rangkaian seleksi tersebut, saat ini ada 10 sekolah/madrasah dampingan di Kulon Progo, yaitu SDN 1 Kulwaru, SDN Karangwuni, SDN Giripeni, MI Muhammadiyah Serangrejo, MIN 2 Kulon Progo, SDN 1 Sentolo, SDN 2 Sentolo, SD Muh Sidowayah, MI Muhammadiyah Kenteng, serta SD Muh Girinyono.

Inkubasi Kepala Sekolah (Desember 2019 – 17 Maret 2020)
Pada tahap ini, peserta mendapatkan pembekalan materi berupa pelatihan dan lokakarya (workshop), penugasan, dan pendampingan serta umpan balik (feedback) dari Kawan SLI. Pembekalan dilakukan setiap hari Sabtu dan Ahad pekan pertama dan ketiga pada setiap bulan (atau disesuaikan dengan jadwal peserta pelatihan pada saat studium general). Selanjutnya setiap peserta mengerjakan rencana tindak lanjut/implementasi atas setiap materi yang diberikan.

Implementasi dan Pendampingan (18 Maret – awal Mei 2020)
Pada tahapan ini, setiap peserta mengimplementasikan program secara bertahap berasarkan perencanaan yang telah dibuat. Setiap peserta akan mendapatkan pendampingan dari Kawan SLI guna mengoptimalkan capaian dari penerapan program, setiap peserta juga bekerja sama secara sinergis dan terarah.

Komentar