Kabut
tipis dan udara dingin menjadi hadiah alam yang patut kita syukuri. Jalanan
naik-turun pun menjadi daya tarik adrenalin tersendiri bagi Konsultan Relawan
Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI) wilayah Kulon Progo. 45 menit waktu
tempuh kami menuju lokasi Super Outbond di Goa Kiskendo Girimulyo, Kulon Progo.
Lelah seketika lenyap sebab mata telah terpesona dengan nuansa pagi keindahan
alam di pegunungan. Hal yang membahagiakan pun bertambah ketika mendengar bahwa
para peserta Super Outbond yang terdiri dari kepala sekolah/kepala madrasah,
guru-guru hebat, dan karyawan tangguh dari 10 sekolah dan madrasah penerima
manfaat program SLI telah berada di seperempat perjalanan.
Semangat
peserta Super Outbond memang patut diacungi jempol. Mereka berbondong-bondong datang
ada yang menggunakan bis, mobil, dan bahkan kendaraan roda dua. Tak hanya
sampai di situ mereka harus menuruni 55 tangga untuk sampai ke lapangan tempat
apel dan outbond. Tak nampak terlihat raut wajah lelah dari para orang berjasa
di dunia pendidikan ini. Kami pun semakin bergairah untuk menyalurkan dan
menginternalisasikan nilai-nilai Dompet Dhuafa Pendidikan yaitu SPIRIT.
Nilai-nilai ini akan kita tularkan dalam bentuk permainan. SPIRIT merupakan
kepanjangan dari Synergy, Persistence, Innovative, Care, Continuous
Improvement, dan Trustworthy.
Adapun tujuan diadakannya outbond ini yaitu untuk
meningkatkan sinergi antar sekolah/madrasah dampingan, antar guru model, dan
antar kepala sekolah/kepala madrasah serta menerapkan nilai-nilai Dompet Dhuafa
Pendidikan. Seperti halnya yang disampaikan oleh Dinarti Hastuti selaku guru
kelas SDN 1 Kulwaru yang mengatakan, “Sesuai dengan tujuan awal yaitu
menghilangkan rasa/sikap bersaing. Kami saat melaksanakan Super Outbond ini
benar-benar bisa menyatu-menyatu luar biasa. Kami tidak memandang dari sekolah
mana kami berasal demi satu tujuan”. Kita berupaya agar para penerima manfaat
program SLI dapat merasa saling memiliki dan mengamalkan nilai-nilai sinergi,
ketangguhan, inovatif, peduli, perbaikan berkelanjutan, dan amanah dalam setiap
aktivitas. Kita juga berharap antar sekolah penerima manfaat dapat saling
bekerjasama untuk meningkatkan performa sekolah/madrasah masing-masing dalam
diskusi terarah nanti.
Kepala
sekolah/kepala madrasah, guru-guru, dan karyawan merasa terkesan dengan
kegiatan ini. Fauzan Noor Rochmah selaku guru kelas di SD Muh Sidowayah mengungkapkan,
“Kegiatan ini sangat menarik dan menghasilkan banyak manfaat salah satunya
membangun tanggungjawab dan melatih kerjasama tim, sehingga kami menjadi cepat
akrab dan kompak”. Hubungan baik ini semoga terus berjalan dan menguat
bersamaan dengan nilai SPIRIT yang terus tertanam. Upaya tanjakan, tikungan,
dan turunan yang dilalui para peserta outbond sampai ke Goa Kiskendo maupun
rumah masing-masing menjadi sebuah kenangan yang terus bersemayam karena
akhirnya nilai SPIRIT Dompet Dhuafa Pendidikan dapat dibawa pulang dan
diamalkan. Lebih khusus lagi, dapat menguatkan keberlangsungan program Sekolah
Literasi Indonesia dari Dompet Dhuafa Pendidikan yang berkonsentrasi dalam
lingkup kepemimpinan sekolah, sistem pembelajaran, dan budaya sekolah dengan
kekhasan literasi.
Tulisan ini telah tayang di:
https://pendidikan.kulonprogokab.go.id/detil/1099/spirit-tanjakan-tikungan-dan-turunan-mengenalmu (28 Desember 2020)


Komentar
Posting Komentar