Langsung ke konten utama

SDN 2 Sentolo Merancang Strategi Peningkatan Performa Sekolah

Oleh: Juniarti Siti Djauharotul M.S., S.Pd.SD (Kepala SDN 2 Sentolo)

Editor: KAWAN SLI

Program Sekolah Literasi Indonesia yang sedang berjalan di beberapa sekolah di Kulon Progo mulai memasuki babak baru. Setelah sebelumnya melalui serangkaian kegiatan mulai dari seleksi, outbond, pengukuran, dan lain-lain sekarang saatnya memasuki tahap kegiatan selanjutnya yaitu SSD. Apa itu SSD? SSD atau School Strategic Discussion SSD merupakan metode penyusunan rencana pengembangan strategis sekolah melalui diskusi partisipatif yang melibatkan semua elemen-elemen pendidikan yang terkait dengan sekolah. Kegiatan SSD di SDN 2 Sentolo didampingi oleh Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (Irfa Ramadhani) dan pengawas sekolah (Kelik Kristianto).
SSD yang terlaksana hari Rabu (29/1) berlangsung sukses. Selain Kepala Sekolah dan seluruh dewan guru, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan paguyuban wali siswa dari masing-masing jenjang, serta komite sekolah. Adapun inti acaranya antara lain:
1. Menuliskan mimpi-mimpi
Peserta SSD diajak untuk menuliskan mimpi-mimpi untuk SDN 2 Sentolo dan para siswa/i. Mimpi di tulis pada kertas tempel. Harapannya, mimpi-mimpi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus berupaya mencapai target masa depan. Secara umum, peserta menginginkan sekolah yang lebih maju lagi, melahirkan siswa/i yang sukses, dan sholeh-sholehah.
2. Mendiskusilan langkah kegiatan SSD
Pendampingan SLI ini menekankan pada tiga lingkup peningkatan, yaitu Kepemimpinan Sekolah, Sistem pembelajaran, dan Budaya sekolah. Dari 3 lingkup tersebut terbagi lagi menjadi 6 kriteria dan 12 indikator. Adapun yang menjadi pembahasan SSD yaitu 3 dari 12 indikator. Sehingga pada proses diskusi, peserta dibagi menjadi tiga kelompok besar. Masing-masing kelompok melakukan analisis kondisi, mencari alternatif solusi, dan merincikan langkah perbaikan. Selanjutnya, perwakilan kelompok memaparkan hasil diskusinya di depan seluruh peserta SSD.
 3. Penandatanganan kesepakatan
Pada sesi akhir, dengan ketulusan hati, seluruh peserta SSD menandatangani komitmen bersama untuk mewujudkan SDN 2 Sentolo lebih baik lagi.
"Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan melalui kegiatan SSD ini. Banyak harapan  yang ingin sekali bisa kita wujudkan, tetapi kesemuanya hanya menjadi angan-angan dan impian jika kita tidak berusaha mewujudkannya. Karena perubahan bisa dilakukan jika kita bergerak  untuk mewujudkannya", harap Kepala Sekolah SDN 2 Sentolo.
Tulisan ini telah tayang di:
https://pendidikan.kulonprogokab.go.id/detil/1124/sdn-2-sentolo-merancang-strategi-peningkatan-performa-sekolah (5/2)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Kami

PROGRAM SEKOLAH LITERASI INDONESIA KULON PROGO Sekolah Literasi Indonesia KulonProgo (SLI KP) merupakan salah satu program dari Dompet Dhuafa Pendidikan dan Dompet Dhuafa Yogyakarta, yang bertujuan untuk: Mewujudkan model sekolah berkualitas. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah, sistem pembelajaran, dan budaya sekolah berbasis literasi. Bentuk program SLI berupa pelatihan dan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru secara terstruktur, berkala dan berkesinambungan sampai tahap implementasi praktis di sekolah. Untuk mendukung hal tersebut, SLI mengirimkan 2 orang Konsultan Relawan (KAWAN) SLI di wilayah Kulon Progo (Irfa Ramadhani & Wahyu Widiyawati). Selain 2 KAWAN di Kulon Progo, pada SLI angkatan 3 ini, Dompet Dhuafa Pendidikan mengirimkan 12 KAWAN lainnya ke 4 wilayah Indonesia berbeda. Wilayah tersebut antara lain Semarang, Jawa Tengah; Asahan, Medan; Bima, NTB; dan Halmahera Selatan, Maluku Utara. Masing-ma...