Langsung ke konten utama

Seleksi Administrasi Sekolah Literasi Indonesia Kulon Progo


Salah satu hal fundamental atas keberhasilan suatu negara terletak pada proses pendidikan yang berkualitas. adapun untuk melakukan peningkatan maupun perbaikan proses pendidikan tersebut memerlukan upaya bersama secara komprehensif. Oleh karena itu, Dompet Dhuafa Pendidikan (DD Pendidikan) bersama Dompet Dhuafa Yogyakarta (DD Jogja) melakukan sinergi dengan Disdikpora Kulon Progo serta Kemenag Kulon Progo. Sinergi tersebut berupa program dampingan bagi Sekolah Dasar maupun Madrasah Ibtidaiyyah untuk meningkatkan performa sekolahnya berbasis literasi.

Sejak tahun 2015, program DD Pendidikan yang diberi nama dengan Sekolah Literasi Indonesia (SLI), telah mendampingi total 68 sekolah yang tersebar di berbagai wilayah. Tahun ini, Dompet Dhuafa mengirimkan 14 Konsultan Relawan ke lima wilayah berbeda, salah satunya Kulon Progo. Wilayah lain yaitu Semarang (Jawa Tengah), Asahan (Medan), Bima (NTB), serta Halmahera Selatan (Maluku Utara).

Program SLI sendiri akan berjalan selama dua semester di Kulon Progo. Program dampingan semester pertama diberikan kepada sekolah dasar/madrasah yang berada di kecamatan Wates, Sentolo, dan Pengasih. Sementara itu, semester kedua akan diberikan kepada sekolah/madrasah di kecamatan lain. Sampai hari ini (18/11/19) program SLI telah berjalan 2 minggu. Sebelumnya, program diawali dengan kegiatan Workshop yang bertema “Strategi Merancang Keunggulan Sekolah/Madrasah” di aula Menoreh Kemenag (6/11/19). Pada saat itu, workshop dihadiri 50 kepala sekolah/madrasah, yang disaksikan pula oleh Kepala Disdikpora KP, serta Kasie Dikmad Kemenag KP. Sementara itu, pembukaan pendaftaran SLI KP resmi dibuka pada akhir acara workshop dan ditutup pada Rabu, 13 November 2019.

Selanjutnya, sekolah yang dinyatakan  lolos seleksi administrasi akan melalui seleksi lanjutan berupa observasi kondisi sekolah/madrasah, wawancara khusus dengan kepala sekolah/madrasah, dan Forum Group Discussion dengan seluruh guru.

Kemudian kepala sekolah/madrasah yang dinyatakan lolos, berhak mengikuti pembinaan intensif selama 3 bulan (bulan ke-2 sampai ke-4) tanpa biaya. Pada bulan ke-5 dan ke-6, kepala sekolah/madrasah melakukan implementasi hasil pembinaan dan berhak menerapkan konsep Sekolah Literasi Indonesia di sekolah/madrasahnya, serta mendapatkan bimbingan selama masa pendampingan dari Konsultan Relawan SLI. Selain itu, sekolah/madrasah juga akan tergabung dalam jaringan nasional Sekolah Literasi Indonesia. (Irf)



Tulisan ini telah tayang di:
http://www.makmalpendidikan.net/kawan-sli-pengumuman-hasil-seleksi-administrasi-sli-kulon-progo/ (18 November 2019)
https://pendidikan.kulonprogokab.go.id/detil/1075/pengumuman-hasil-seleksi-administrasi-program-sekolah-literasi-indonesia-kulon-progo.html (19 November 2019)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Kami

PROGRAM SEKOLAH LITERASI INDONESIA KULON PROGO Sekolah Literasi Indonesia KulonProgo (SLI KP) merupakan salah satu program dari Dompet Dhuafa Pendidikan dan Dompet Dhuafa Yogyakarta, yang bertujuan untuk: Mewujudkan model sekolah berkualitas. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah, sistem pembelajaran, dan budaya sekolah berbasis literasi. Bentuk program SLI berupa pelatihan dan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru secara terstruktur, berkala dan berkesinambungan sampai tahap implementasi praktis di sekolah. Untuk mendukung hal tersebut, SLI mengirimkan 2 orang Konsultan Relawan (KAWAN) SLI di wilayah Kulon Progo (Irfa Ramadhani & Wahyu Widiyawati). Selain 2 KAWAN di Kulon Progo, pada SLI angkatan 3 ini, Dompet Dhuafa Pendidikan mengirimkan 12 KAWAN lainnya ke 4 wilayah Indonesia berbeda. Wilayah tersebut antara lain Semarang, Jawa Tengah; Asahan, Medan; Bima, NTB; dan Halmahera Selatan, Maluku Utara. Masing-ma...