Langsung ke konten utama

Metode Uswah menjadi Penguat Keteguhan Kepala Sekolah

Oleh: Irfa Ramadhani

Apa jadinya jika suatu pohon memiliki akar yang tidak sehat? Batang, ranting, daun, buah, apa kabar kondisi mereka? Akankah semuanya sehat-sehat saja? Tentu tidak bukan? Mereka yang berada diatas permukaan tanah, merupakan refleksi dari apa yang terdapat di dalamnya. 
Jika saja ‘pohon’, kita analogikan sebagai sekolah/madrasah, maka guru, karyawan, siswa/i, ataupun sekolah/madrasah secara keseluruhan, mereka adalah refleksi dari kepala sekolah/madrasahnya.

Kepala sekolah/madrasah seumpama ‘akar’, sosok penentu kebijakan. Tidak secara mutlak memang, karena mereka adalah kepanjangan tangan kebijakan pemerintah, dan penghimpun beragam inisiasi dari setiap warga sekolah yang ada. Ya, berada ditengah-tengah antara kebijakan pemerintah dan kondisi realita, mengasah mereka untuk terus menyelaraskan kebijakan antara keduanya.
Selanjutnya, setelah menentukan kebijakan dan menjaga keselarasan, mereka bertugas untuk mengomunikasikan dan membumikan rencana strategis kepada setiap warga sekolah/madrasah, memotivasi, serta membentuk tim yang solid dalam setiap perjalanannya. Sehingga semuanya dapat bahu membahu dalam menyongsong cita dan harap yang satu, “kemajuan sekolah/madrasah”.

Mungkin saja masih ada diantara warga sekolahnya yang terlelap dalam kenyamanan atau bahkan merasakan hidup dalam keterpaksaan. Mungkin saja masih ada yang saling menyalahkan atas ketidakpuasan dari proses pendidikan yang telah dilalui. Mungkin saja masih ada yang memandang bahwa pendidikan hanya pada aktivitas pembelajaran di kelas semata. Mungkin saja masih ada yang mencukupkan diri pada perolehan nilai-nilai tinggi dan limpahan prestasi sebagai  tujuan utamanya. Mungkin saja.

Bukankah proses pendidikan lebih dari itu? Ianya bukan hanya memunculkan output unggulan, tetapi outcome yang berkepanjangan. Bukan terbatas pada aktivitas pembelajaran di kelas, pendidikan terhampar pada seluruh lekukan proses pendidikan yang dilalui. Bukan hanya berfokus pada masa lalu, pendidikan juga mengenai  rancangan untuk meraih masa depan. Bukan nilai tinggi ataupun limpahan prestasi yang menjadi tujuan, melainkan bahagia dalam proses pembelajaran, keinginan untuk terus belajar (selama proses pendidikan di sekolah ataupun di luar sekolah), serta keinginan untuk dapat membagikan keilmuan yang telah didapatkan.

Terus merambatlah wahai para "akar", cengkram kuat bumi dan saling kuat menguatkan. Bertumbuh bersama untuk terus berkontribusi pada sesama. 

Semoga “Pelatihan Metode Uswah” Sekolah Literasi Indonesia yang terlaksana di SDN Giripeni pada Selasa (7/1), Allah perkenankan menjadi bagian dari penguatan keteguhan para pemimpin sekolah/madrasah di Kulon Progo dan para konsultan relawan yang tergabung di dalamnya.
Tulisan ini telah tayang di:
http://pendidikan.kulonprogokab.go.id/detil/1102/pelatihan-metode-uswah-sebagai-penguatan-kepemimpinan-sekolahmadrasah-di-kulon-progo.html (8 Januari 2020)
http://www.makmalpendidikan.net/?s=teruslah+bertumbuh+duhai+kepala+sekolah (8 Januari 2020)
http://znews.id/2020/01/10/teruslah-bertumbuh-duhai-kepala-sekolah-sebarkan-terus-kebermanfaatan/ (10 Januari 2020)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Kami

PROGRAM SEKOLAH LITERASI INDONESIA KULON PROGO Sekolah Literasi Indonesia KulonProgo (SLI KP) merupakan salah satu program dari Dompet Dhuafa Pendidikan dan Dompet Dhuafa Yogyakarta, yang bertujuan untuk: Mewujudkan model sekolah berkualitas. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah, sistem pembelajaran, dan budaya sekolah berbasis literasi. Bentuk program SLI berupa pelatihan dan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru secara terstruktur, berkala dan berkesinambungan sampai tahap implementasi praktis di sekolah. Untuk mendukung hal tersebut, SLI mengirimkan 2 orang Konsultan Relawan (KAWAN) SLI di wilayah Kulon Progo (Irfa Ramadhani & Wahyu Widiyawati). Selain 2 KAWAN di Kulon Progo, pada SLI angkatan 3 ini, Dompet Dhuafa Pendidikan mengirimkan 12 KAWAN lainnya ke 4 wilayah Indonesia berbeda. Wilayah tersebut antara lain Semarang, Jawa Tengah; Asahan, Medan; Bima, NTB; dan Halmahera Selatan, Maluku Utara. Masing-ma...