Sepuluh
sekolah/madrasah Kulon Progo mengikuti kegiatan “Super Outbound” Sekolah
Literasi Indonesia Kulon Progo (SLI KP) di Gua Kiskendo, Girimulyo, Kulon
Progo, Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan hari Sabtu (21/12/19) pagi ini
bertujuan untuk menguatkan interaksi antar kepala sekolah/madrasah, guru-guru,
beserta karyawan dari SDN 1 Sentolo, SDN 2 Sentolo, SD Muh Sidowayah, MI Muh
Kenteng, SD Muh Girinyono, SDN Karangwuni, SDN 1 Kulwaru, SDN Giripeni, MIN 2
Kulon Progo, serta MI Muh Serangrejo.
Kegiatan
dibuka oleh E. Satya Rahadi K. (Pengembang Teknologi Pembelajaran) pada apel
pagi Super Outbound. Laki-laki yang akrab dipanggil Aan ini mewakili Disdikpora
Kulon Progo menyampaikan apresiasinya terhadap program pendampingan yang diberikan
SLI. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak dan Ibu guru
yang telah bersemangat dalam memaksimalkan potensi, memaksimalisasi diri, serta
berterima kasih atas semangat para guru dalam meningkatkan kualitas sekolahnya.
Program
pendampingan SLI sendiri merupakan program Dompet Dhuafa Pendidikan (DD
Pendidikan) bersama Dompet Dhuafa Yogyakarta (DD Yogya), sebagai salah satu
upaya peningkatan mutu pendidikan Indonesia. Tahun ini, sejumlah 14 Konsultan
Relawan
(KAWAN) SLI disebarkan ke lima wilayah Indonesia untuk mendampingi
sekolah/madrasah dalam meningkatkan performanya. Kulon Progo menjadi salah satu
Kabupaten
penerima manfaat SLI. Dalam hal ini, Dompet Dhuafa bersinergi dengan Disdikpora
Kulon Progo
dan Kemenag Kulon Progo.
Selain
untuk penguatan interaksi antar sepuluh sekolah/madrasah terpilih di Kecamatan Wates, Sentolo, dan
Pengasih, pengenalan dan internalisasi nilai-nilai DD Pendidikan juga menjadi
tujuan diadakannya outbound. Dua orang KAWAN SLI KP dengan bantuan 2 pengelola
DD Yogya, 2 KAWAN SLI Gunung Kidul, dan 4 orang TNI, berkolaborasi dalam
merancang 6 permainan untuk total 102 peserta. Enam permainan tersebut memiliki
6 pesan, antara lain Sinergy, Persistent, Innovative, Care, Continuous Improvement, dan
Trustworthy, yang selanjutnya disingkat menjadi SPIRIT. Internalisasi nilai DD
Pendidikan tersebut disampaikan pada akhir sesi outbound oleh KAWAN SLI KP.
“Secara
teknis, KAWAN SLI KP membentuk pengelompokkan guru berdasarkan fungsinya.
Kelompok pertama adalah kelompok kepala sekolah/madrasah, kelompok ke-2 dan
ke-3 merupakan kelompok yang dibentuk dari ‘guru model’ masing-masing
sekolah/madrasah. Tiga kelompok tersebut selanjutnya akan mendapatkan pelatihan
dan pembinaan dari KAWAN SLI KP. Sementara itu, tujuh kelompok lainnya
merupakan gabungan dari guru-guru dan karyawan 10 sekolah/madrasah yang akan
menerima materi pelatihan SLI melalui tiga kelompok sebelumnya” papar Irfa
salah satu KAWAN SLI KP.
Irfa
selanjutnya menjelaskan gambaran dan harapan pasca outbound, “Guru baru hingga
guru-hampir-pensiun terlebur menjadi satu keluarga baru. Tawa dan canda
tercurah dari insan-insan mulia itu. Terharu melihat senyum terkembang pada
figur bijak nan syahdu. Semoga keluarga baru ini semakin menyatu untuk
mewujudkan pendidikan Indonesia yang kian bermutu”, pungkasnya dengan senyum
ceria.
Tulisan ini telah tayang di:
https://pendidikan.kulonprogokab.go.id/detil/1097/sepuluh-sekolahmadrasah-kulon-progo-mengikuti-kegiatan-super-outbound-sekolah-literasi-indonesia (26 Desember 2019)
http://www.makmalpendidikan.net/kawan-sli-sli-kulon-progo-menyatu-menyatu-luar-biasa-menyatu-menyatu-istimewa/ (28 Desember 2019)
http://znews.id/2020/01/06/sepuluh-sekolah-madrasah-di-kulonprogo-mengikuti-kegiatan-super-outbound/ (6 Januari 2020)




Komentar
Posting Komentar