Langsung ke konten utama

Ketika Orang Tua Beraksi: Perpustakaan MIN 2 Kulon Progo disulap dengan Kreasi

Oleh: Fitri Asmawati, S.Pd. (Guru Kelas 6 MIN 2 Kulon Progo) 
Implementasi SLI, MIN 2 Kulon Progo melaksanakan kegiatan menata dan mempercantik perpustakaan madrasah. Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada hari Selasa (17/3) sebelum adanya surat edaran yang memberikan arahan kepada madrasah untuk melaksanakan pembelajaran di rumah terkait covid-19, dan berakhir Selasa (24/3) di madrasah setempat.


Kegiatan diawali dengan penurunan buku-buku dari rak. Selanjutnya buku-buku dipisahkan berdasarkan jenis, kelas, dan tema. Setelah itu buku-buku diturunkan kemudian rak dipindahkan agar mempermudah pengecatan dinding perpustakaan. Pada mulanya kegiatan diikuti oleh beberapa walimurid dalam jumlah lumayan banyak dengan penjadwalan pada tiap-tiap kelas. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan dapat selesai tepat pada waktu yang direncanakan. Akan tetapi dengan adanya wabah Covid -19 maka pengerjaan perbaikan perpustakaan dilakukan dengan pembatasan jumlah orang.
Kepala MIN 2 Kulon Progo, Etik Fadhilah Ihsanti, S.Pd.I., M.Pd. merasa sangat senang dan mengungkapkan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya kepada semua pihak yang terlibat dalam perbaikan perpustakaan. Etik menyarankan agar pelaksanaan perbaikan perpustakaan tidak melibatkan banyak orang. “Saya sangat senang atas partisipasi walimurid dalam menangani perpustakaan, tapi dengan adanya edaran yang menghimbau untuk lebih mengedepankan kesehatan, maka saya batasi maksimal 5 orang setiap harinya. Hal ini dimaksudkan untuk lebih kehati-hatian kita bersama,” terangnya.
Siti Nurkhosiah salah satu walimurid mengungkapkan sangat senang bisa membantu perbaikan perpustakaan tersebut. Bahkan ia mengajak salah satu puteranya untuk membantu melukis dinding perpustakaan. Sebenarnya ia berharap kegiatan melukis perpustakaan ini bisa selesai sebelum Ramadhan tiba. “Bayangan saya, mengecat dinding perpustakaan ini bisa kita selesaikan secepatnya. Agar segera dapat digunakan. Akan tetapi adanya himbauan dari pemerintah, maka kita harus mematuhinya karena ini untuk kebaikan kita bersama,” imbuh Nur.
Senada dengan Nur, Asih (ibu dari Tasya) mengatakan bahwa ia sangat senang mengikuti kegiatan mempercantik perpustakaan ini. Ia berharap dengan suasana perpustakaan yang menarik, anak-anak akan lebih suka berkunjung ke perpustakaan. “Dengan suasana perpustakaan yang menarik anak-anak pasti akan lebih bersemangat untuk datang ke perpustakaan,” ungkapnya.
Pada akhirnya, Selasa (24/3) Kepala Madrasah terpaksa secara tegas menghentikan dan menunda kelanjutan perbaikan perpustakaan menyusul adanya surat edaran dari Kalurahan Ngestiharjo yang mengimbau agar masyarakat tidak mengadakan kegiatan yang menyebabkan massa berkumpul dalam jumlah banyak. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dengan penghentian dan penundaan ini, Etik berharap semua bisa tetap berkegiatan di rumah dengan kondisi sehat. Harapannya, adanya penundaan perbaikan perpustakaan ini tidak mengurangi dan melumpuhkan semangat dan kreatifitas bekerja di rumah. “Ayah bunda bisa mendampingi anak-anak belajar di rumah. Bapak ibu guru tetap bisa berkreasi dalam pembelajaran bagi anak-anak didiknya. Semoga pandemi ini bisa tertangani sehingga kita semua dapat beraktifitas seperti sedia kala. Melanjutkan perbaikan madrasah kita, menuju Madrasah Hebat Bermartabat,” pungkas Etik.
Tulisan ini telah tayang di:
https://www.kemenagkulonprogo.com/2020/03/implementasi-sli-min-2-kulon-progo-percantik-perpustakaan-bersama-paguyuban-wali-murid/ (26/3)
https://diy.kemenag.go.id/5864-persiapan-monev-min-2-kulon-progo-laporkan-kegiatan-percantik-perpustakaan.html (8/4)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Kami

PROGRAM SEKOLAH LITERASI INDONESIA KULON PROGO Sekolah Literasi Indonesia KulonProgo (SLI KP) merupakan salah satu program dari Dompet Dhuafa Pendidikan dan Dompet Dhuafa Yogyakarta, yang bertujuan untuk: Mewujudkan model sekolah berkualitas. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah, sistem pembelajaran, dan budaya sekolah berbasis literasi. Bentuk program SLI berupa pelatihan dan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru secara terstruktur, berkala dan berkesinambungan sampai tahap implementasi praktis di sekolah. Untuk mendukung hal tersebut, SLI mengirimkan 2 orang Konsultan Relawan (KAWAN) SLI di wilayah Kulon Progo (Irfa Ramadhani & Wahyu Widiyawati). Selain 2 KAWAN di Kulon Progo, pada SLI angkatan 3 ini, Dompet Dhuafa Pendidikan mengirimkan 12 KAWAN lainnya ke 4 wilayah Indonesia berbeda. Wilayah tersebut antara lain Semarang, Jawa Tengah; Asahan, Medan; Bima, NTB; dan Halmahera Selatan, Maluku Utara. Masing-ma...