Langsung ke konten utama

Peningkatan Kompetensi Guru MIN 2 Kulon Progo melalui Learning Community

Oleh: Fitri Asmawati, S.Pd. (Guru Kelas 6 MIN 2 Kulon Progo)

Mengimplementasikan program, MIN 2 Kulon Progo melaksanakan Learning Community. Kegiatan ini berfungsi sebagai wadah bertukar ilmu/ pengalaman antar sesama guru, karyawan, dan kepala madrasah. Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah sosialisasi tentang Fun Reading Activity (FRA) dan Gerakan Ayo Bercita-cita (GAB) yang telah diterima oleh kepala madrasah beserta guru model pada kegiatan pelatihan Sekolah Literasi Indonesia (SLI). Kegiatan Learning Community dilaksanakan di ruang kelas 3 madrasah setempat, Rabu (4/3).
Etik Fadhilah Ihsanti, S.Pd.I., M.Pd., Kepala MIN 2 Kulon Progo menyampaikan bahwa kegiatan learning community akan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Rabu di madrasahnya. Pemberi materi adalah guru-guru yang bertugas secara bergantian tiap pekan. Materi yang disampaikan beragam, tergantung kebutuhan dan keadaan. “Dengan learning community guru dapat berbagi ilmu dan pengalaman masing-masing baik itu terkait kedinasan, program madrasah, maupun tentang pembelajaran. Guru juga dapat sharing kesulitan-kesulitan yang dihadapi ketika pembelajaran,” ungkap Etik.
Sosialisasi FRA disampaikan oleh Fitri Asmawati, salah satu guru dampingan SLI. Ia mengungkapkan bahwa wajib menyampaikan ilmu yang telah di peroleh kepada rekan guru lain. “Masing-masing punya hak dan kewajiban yang sama tentang ilmu yang telah diperoleh, baik itu dari SLI ataupun dari pihak lain. Akan sangat berat jika ilmu itu hanya disimpan, apalagi dilaksanakan sendiri,” katanya.
Dalam sosialisasi FRA, Fitri menyampaikan 4 metode/cara membaca yaitu lantang, bersama, berpasangan, dan mandiri beserta langkah-langkahnya. Ia berharap sedikit ilmu yang disampaikan dalam sosialisasi ini dapat memberi gambaran tentang bagaimana metode dan langkah membaca. Selain itu agar ada kesamaan langkah dalam melaksanakan program-program SLI, salah satunya program Fun Reading Acivity, aktivitas membaca yang menyenangkan.
Siti Mustaqimah, S.Pd.I, guru kelas II, merespon positif kegiatan ini. Selama ini Siti melaksanakan membaca bersama sebatas yang ia ketahui yakni membaca bersama-sama siswa secara keras. “Saya sering mengajak anak-anak untuk membaca bersama-sama, tetapi belum menggunakan langkah-langkah seperti yang disampaikan dalam sosialisasi ini. Baru kali ini saya mendapatkan ilmu itu,” tuturnya.
Sementara itu, guru dampingan SLI yang lain, Purnaida, S.Ag. menyampaikan sosialisasi tentang GAB.  Ia menjelaskan cara menerapkan SMS Bercita-cita di kelas, yaitu dengan meluangkan waktu 10 menit pada pelajaran akhir di setiap hari Sabtu dengan tiga tahapan yaitu menumbuhkan kesadaran bercita-cita, menggambar cita-cita, dan menceritakan cita-cita.
Purnaida mengatakan bahwa, meskipun GAB adalah program di luar SLI, akan tetapi esensi dari kegiatan ini sangat mendukung program SLI di mana dalam GAB ada kegiatan anak menggambarkan cita-citanya, kemudian menceritakan di depan kelas. 
“Menggambar sangat disukai anak-anak. Menggambar dan menceritakan adalah bagian dari kegiatan literasi. Sehingga dapat dijadikan langkah awal untuk membimbing anak menuju budaya literasi,” pungkasnya. 
Tulisan ini telah tayang di:
https://www.kemenagkulonprogo.com/2020/03/implementasi-sli-min-2-kulon-progo-laksanakan-learning-community/ (5/3)
https://diy.kemenag.go.id/5336-min-2-kulon-progo-adakan-learning-community.html (6/3)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Kami

PROGRAM SEKOLAH LITERASI INDONESIA KULON PROGO Sekolah Literasi Indonesia KulonProgo (SLI KP) merupakan salah satu program dari Dompet Dhuafa Pendidikan dan Dompet Dhuafa Yogyakarta, yang bertujuan untuk: Mewujudkan model sekolah berkualitas. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah, sistem pembelajaran, dan budaya sekolah berbasis literasi. Bentuk program SLI berupa pelatihan dan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru secara terstruktur, berkala dan berkesinambungan sampai tahap implementasi praktis di sekolah. Untuk mendukung hal tersebut, SLI mengirimkan 2 orang Konsultan Relawan (KAWAN) SLI di wilayah Kulon Progo (Irfa Ramadhani & Wahyu Widiyawati). Selain 2 KAWAN di Kulon Progo, pada SLI angkatan 3 ini, Dompet Dhuafa Pendidikan mengirimkan 12 KAWAN lainnya ke 4 wilayah Indonesia berbeda. Wilayah tersebut antara lain Semarang, Jawa Tengah; Asahan, Medan; Bima, NTB; dan Halmahera Selatan, Maluku Utara. Masing-ma...