Langsung ke konten utama

Seleksi Tahap Akhir Sekolah Literasi Indonesia Kulon Progo telah Diumumkan


Senin (9/12/19). Hasil seleksi tahap 2 Sekolah Literasi Indonesia Kulon Progo (SLI KP) telah diumumkan. Seleksi tahap 2 merupakan hasil dari kunjungan yang dilakukan oleh Konsultan Relawan (KAWAN) SLI KP pada 18 sekolah/madrasah. Kunjungan terlaksana sejak Kamis, 21 November hingga Rabu, 4 Desember 2019.

Semangat perubahan dari kepala sekolah/madrasah serta solidaritas para guru menjadi salah satu kriteria dalam menentukan sembilan sekolah/madrasah yang akan menjadi penerima manfaat program SLI. Penilaian tentu tidak mudah, hal ini karena semangat kepala sekolah/madrasah Kulon Progo (Wates, Sentolo, dan Pengasih) sejak awal pendaftaran sangat tinggi. Hanya dalam rentang pendaftaran satu minggu, empat puluh empat kepala sekolah/madrasah mengajukan sekolahnya untuk mendapatkan program dampingan SLI.

Namun karena keterbatasan kapasitas KAWAN, serta pertimbangan keberlanjutan program pasca dampingan, maka sembilan sekolah/madrasah menjadi jumlah yang disepakati untuk mengikuti alur pembinaan SLI. Harapannya, program dapat berjalan secara optimal. Kemudian sekolah/madrasah dampingan juga mampu menebar kebermanfaatan secara lebih luas ke sekolah/madrasah lain di sekitarnya.

Pelaksanaan program ini tidak terlepas dari peran dan dukungan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kulon Progo, serta Kementerian Agama Kulon Progo sebagai upaya nyata proses peningkatan mutu pendidika Kulon Progo. (irf)

Tulisan ini telah tayang di:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Kami

PROGRAM SEKOLAH LITERASI INDONESIA KULON PROGO Sekolah Literasi Indonesia KulonProgo (SLI KP) merupakan salah satu program dari Dompet Dhuafa Pendidikan dan Dompet Dhuafa Yogyakarta, yang bertujuan untuk: Mewujudkan model sekolah berkualitas. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah, sistem pembelajaran, dan budaya sekolah berbasis literasi. Bentuk program SLI berupa pelatihan dan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru secara terstruktur, berkala dan berkesinambungan sampai tahap implementasi praktis di sekolah. Untuk mendukung hal tersebut, SLI mengirimkan 2 orang Konsultan Relawan (KAWAN) SLI di wilayah Kulon Progo (Irfa Ramadhani & Wahyu Widiyawati). Selain 2 KAWAN di Kulon Progo, pada SLI angkatan 3 ini, Dompet Dhuafa Pendidikan mengirimkan 12 KAWAN lainnya ke 4 wilayah Indonesia berbeda. Wilayah tersebut antara lain Semarang, Jawa Tengah; Asahan, Medan; Bima, NTB; dan Halmahera Selatan, Maluku Utara. Masing-ma...